Tips Menyajikan Makanan Bernutrisi Untuk Lanjut Usia Foto : Google
Hallo semuanya semoga kalian dalam keadaan sehat selalu. disini saya akan berbagi tentang kesehatan lansia. Yaitu tips menyajikan makanan bernutrisi untuk lansia
Beragam kondisi penurunan selera makan
pada lansia memang sulit dihindari. Namun, ada beberapa cara yang dapat
diterapkan agar tubuh tetap ternutrisi secara optimal. Pemenuhan nutrisi
penting bagi tubuh dalam meningkatkan energi agar lansia tetap bisa
beraktivitas fisik secara mandiri.
Tak hanya itu, nutrisi menjaga kerja
sistem imun dalam mencegah infeksi penyakit, termasuk menekan risiko terjadinya
osteoporosis, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, diabetes tipe 2, serta
penyakit kanker.
1. Berikan makanan bernutrisi dan mudah dicerna
| Foto : Google |
Agar mereka mendapatkan kualitas hidup yang sehat dan tubuhnya bertenaga, pastikan Anda menyajikan makanan sehat yang bernutrisi untuk orang tua lanjut usia (lansia). Dalam pemilihan menu makanan, baiknya fokus pada asupan yang mendorong energi. Pemilihan nutrisi penting berguna untuk menjaga berat badan yang normal, menguatkan otot, serta mendukung metabolisme tubuhnya.
Berikut pemilihan nutrisi yang mudah di cerna tubuh
dan mendukung kesehatan lansia.
Protein
Makanan berprotein dalam tiap menu
harian lansia memberikan kekuatan otot dan meningkatkan energi, terutama untuk
orang tua yang sakit. The Population Reference Intake set by the
European Food Safety Authority merekomendasikan
asupan protein dewasa (muda dan tua) mencapai 0,83 protein/kg. Asupan protein
sehat dapat diperoleh dari telur, daging unggas atau sapi yang telah dimasak
lunak, ikan tanpa tulang, dan susu.
Karbohidrat
Karbohidrat juga punya peran dalam
mendorong energi lansia di dalam tubuhnya. Pilih makanan berbasis karbohidrat,
seperti kentang kukus yang lembut, oats, nasi, maupun roti. Dalam
pengolahannya, Anda perlu memastikan makanan berkarbohidrat bertekstur lembut
supaya lansia mudah mengunyah dan menelan makanan.
Lemak nabati
Lemak menjadi nutrisi penting dalam
menyokong tenaga lansia. Pilihlah asupan lemak sehat dari tumbuh-tumbuhan
(nabati), seperti alpukat, produk kedelai (tahu dan tempe), dan kacang-kacangan
(almond, kedelai, macadamia). Selain menyertakan pada menu
harian, lemak nabati bisa menjadi makanan camilan untuk lansia.
Serat
Serat menjaga sistem pencernaan lansia
berjalan lancar, serta menurunkan risiko konstipasi. Berikan beragam sayuran
dan buah-buahan, seperti tomat, melon, semangka, stroberi, wortel, dan lainnya.
Vitamin dan mineral dalam serat juga mendukung sistem imun dalam melindungi
tubuh dari peradangan. Perlu diingat, karena buah-buahan cenderung mengandung
tinggi gula, cobalah sajikan dengan rasio 2/3 sayuran dan 1/3 buah-buahan
setiap harinya agar kalori lansia tetap terjaga dengan baik.
2. Olahan makanan yang mudah ditelan
Bagi lansia yang kesulitan mengunyah dan
menelan makanan, berikan olahan makanan yang betul-betul lembut. Anda bisa
menyiapkan makanan bertekstur lembut dan dicincang, agar lansia mudah
mengonsumsinya. Sajian makanan yang tepat kurang lebih bertekstur seperti
makanan bayi. Dalam memproses makanan, sebisa mungkin hindari pemakaian
minyak. Makanan sehat lebih baik diproses dengan cara direbus dan dikukus,
sehingga makanan lembut dan sehat. Sementara itu, bila ingin menyajikan snack berupa biskuit, sediakan juga susu
untuk melembutkan biskuit. Makanan yang lembut membantu lansia untuk mengunyah
dan menelannya.Foto : Google
Untuk melembutkan, Anda bisa menggunakan blender atau food processor untuk menghasilkan tekstur
halus seperti bubur. Makanan yang bisa dihaluskan, antara lain daging, ikan,
sayuran, kentang, tomat, maupun buah-buahan.
3. Pola makan yang teratur
Pastikan lansia memiliki jadwal makan
yang tetap dan teratur agar nutrisi di dalam tubuhnya tetap terjaga. Tetapkan
tiga kali jadwal makan besar setiap hari, mulai pagi, siang, dan malam.
Pastikan lansia tidak melewatkan jam makan untuk menurunkan risiko malnutrisi.
Terutama sarapan, untuk menghimpun tenaga, karena semalaman perut tidak diisi
makanan.
Bagi lansia yang cenderung cepat kenyang
dan tidak bisa mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, Anda bisa membagi makanan dalam porsi yang kecil dengan
frekuensi sering. Misalnya, membagi jadwal makan enam sampai 10 kali dalam satu
hari dengan jadwal yang tetap. Selingi juga makanan utama dengan snack sehat, seperti buah yang dipotong kecil-kecil agar
ia mendapatkan vitamin dan mineral, serta serat yang sehat.
4. Hindari makanan pemicu masalah
pencernaan
| Foto : Google |
Sebelumnya disebutkan, pertambahan usia di masa lansia berkaitan erat dengan kondisi pencernaannya. Maka itu, rawat lansia dengan tidak memberikan makanan pemicu gangguan pencernaan, seperti maag. Hal ini juga perlu diperhatikan saat memilihkan makanan untuk orang tua yang sakit.
Berikut makanan dan minuman yang
sebaiknya dihindari untuk orang tua lanjut usia.
·
Minuman bersoda
·
Makanan pedas
·
Makanan tinggi
lemak, seperti keju, kek, pie, pastri
·
Kafein,
seperti teh dan kopi
·
Makanan atau
minuman yang asam dan pedas
Referensi:
Amanda, M. (2020, November 4). Penting Diketahui
Saat Menyiapkan Makanan bagi Lansia. Retrieved from
https://hellosehat.com/:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/makanan-sehat-untuk-lansia/
Mantaps kak
BalasHapusMantap kak
BalasHapuswuuu mantapp kak
BalasHapusMantap kak sangat bermanfaat
BalasHapusSemangat terus
BalasHapusMantap kak
BalasHapusMantap kak
BalasHapusMantap kak,terima kasih
BalasHapus