Jumat, 06 November 2020

Tips Menyajikan Makanan Bernutrisi Untuk Lanjut Usia

 

Tips Menyajikan Makanan Bernutrisi Untuk Lanjut Usia

Pilihan Buah Untuk Lansia - Blog
Foto : Google

Hallo semuanya semoga kalian dalam keadaan sehat selalu. disini saya akan berbagi tentang kesehatan lansia. Yaitu tips menyajikan makanan bernutrisi  untuk lansia

Beragam kondisi penurunan selera makan pada lansia memang sulit dihindari. Namun, ada beberapa cara yang dapat diterapkan agar tubuh tetap ternutrisi secara optimal. Pemenuhan nutrisi penting bagi tubuh dalam meningkatkan energi agar lansia tetap bisa beraktivitas fisik secara mandiri.

Tak hanya itu, nutrisi menjaga kerja sistem imun dalam mencegah infeksi penyakit, termasuk menekan risiko terjadinya osteoporosis, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, diabetes tipe 2, serta penyakit kanker.

1. Berikan makanan bernutrisi dan mudah dicerna

Resep Bubur Ayam Untuk Sarapan - Jurnal Palopo
Foto : Google

Agar mereka mendapatkan kualitas hidup yang sehat dan tubuhnya bertenaga, pastikan Anda menyajikan makanan sehat yang bernutrisi untuk orang tua lanjut usia (lansia). Dalam pemilihan menu makanan, baiknya fokus pada asupan yang mendorong energi. Pemilihan nutrisi penting berguna untuk menjaga berat badan yang normal, menguatkan otot, serta mendukung metabolisme tubuhnya.

Berikut pemilihan nutrisi yang mudah di cerna tubuh dan mendukung kesehatan lansia.

Protein

Makanan berprotein dalam tiap menu harian lansia memberikan kekuatan otot dan meningkatkan energi, terutama untuk orang tua yang sakit. The Population Reference Intake set by the European Food Safety Authority merekomendasikan asupan protein dewasa (muda dan tua) mencapai 0,83 protein/kg. Asupan protein sehat dapat diperoleh dari telur, daging unggas atau sapi yang telah dimasak lunak, ikan tanpa tulang, dan susu.

Karbohidrat

Karbohidrat juga punya peran dalam mendorong energi lansia di dalam tubuhnya. Pilih makanan berbasis karbohidrat, seperti kentang kukus yang lembut, oats, nasi, maupun roti. Dalam pengolahannya, Anda perlu memastikan makanan berkarbohidrat bertekstur lembut supaya lansia mudah mengunyah dan menelan makanan.

Lemak nabati

Lemak menjadi nutrisi penting dalam menyokong tenaga lansia. Pilihlah asupan lemak sehat dari tumbuh-tumbuhan (nabati), seperti alpukat, produk kedelai (tahu dan tempe), dan kacang-kacangan (almond, kedelai, macadamia). Selain menyertakan pada menu harian, lemak nabati bisa menjadi makanan camilan untuk lansia. 

Serat

Serat menjaga sistem pencernaan lansia berjalan lancar, serta menurunkan risiko konstipasi. Berikan beragam sayuran dan buah-buahan, seperti tomat, melon, semangka, stroberi, wortel, dan lainnya. Vitamin dan mineral dalam serat juga mendukung sistem imun dalam melindungi tubuh dari peradangan. Perlu diingat, karena buah-buahan cenderung mengandung tinggi gula, cobalah sajikan dengan rasio 2/3 sayuran dan 1/3 buah-buahan setiap harinya agar kalori lansia tetap terjaga dengan baik.

2. Olahan makanan yang mudah ditelan 

Nutrisi bagi otot untuk kehidupan yang aktif ' - FrieslandCampina  InstituteFrieslandCampina Institute
Foto : Google
Bagi lansia yang kesulitan mengunyah dan menelan makanan, berikan olahan makanan yang betul-betul lembut. Anda bisa menyiapkan makanan bertekstur lembut dan dicincang, agar lansia mudah mengonsumsinya. Sajian makanan yang tepat kurang lebih bertekstur seperti makanan bayi. Dalam memproses makanan, sebisa mungkin hindari pemakaian minyak. Makanan sehat lebih baik diproses dengan cara direbus dan dikukus, sehingga makanan lembut dan sehat. Sementara itu, bila ingin menyajikan snack berupa biskuit, sediakan juga susu untuk melembutkan biskuit. Makanan yang lembut membantu lansia untuk mengunyah dan menelannya.

Untuk melembutkan, Anda bisa menggunakan blender atau food processor untuk menghasilkan tekstur halus seperti bubur. Makanan yang bisa dihaluskan, antara lain daging, ikan, sayuran, kentang, tomat, maupun buah-buahan.

3. Pola makan yang teratur

Pastikan lansia memiliki jadwal makan yang tetap dan teratur agar nutrisi di dalam tubuhnya tetap terjaga. Tetapkan tiga kali jadwal makan besar setiap hari, mulai pagi, siang, dan malam. Pastikan lansia tidak melewatkan jam makan untuk menurunkan risiko malnutrisi. Terutama sarapan, untuk menghimpun tenaga, karena semalaman perut tidak diisi makanan.

Bagi lansia yang cenderung cepat kenyang dan tidak bisa mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, Anda bisa membagi makanan dalam porsi yang kecil dengan frekuensi sering. Misalnya, membagi jadwal makan enam sampai 10 kali dalam satu hari dengan jadwal yang tetap. Selingi juga makanan utama dengan snack sehat, seperti buah yang dipotong kecil-kecil agar ia mendapatkan vitamin dan mineral, serta serat yang sehat.

4. Hindari makanan pemicu masalah pencernaan

5 Makanan Pedas yang Bikin Nagih di Jakarta - Traveloka Eats
Foto : Google

Sebelumnya disebutkan, pertambahan usia di masa lansia berkaitan erat dengan kondisi pencernaannya. Maka itu, rawat lansia dengan tidak memberikan makanan pemicu gangguan pencernaan, seperti maag. Hal ini juga perlu diperhatikan saat memilihkan makanan untuk orang tua yang sakit.

Berikut makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari untuk orang tua lanjut usia.

·         Minuman bersoda

·         Makanan pedas

·         Makanan tinggi lemak, seperti keju, kek, pie, pastri

·         Kafein, seperti teh dan kopi

·         Makanan atau minuman yang asam dan pedas

 Terima kasih telah membaca semoga bermanfaat


Referensi:

Amanda, M. (2020, November 4). Penting Diketahui Saat Menyiapkan Makanan bagi Lansia. Retrieved from https://hellosehat.com/: https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/makanan-sehat-untuk-lansia/

 

 

8 komentar:

4 Macam Pemberian Terapi Oksigenasi

 Jenis jenis pemberian terapi oksigenasi Hallo semuanya semoga selalu dalam keadaan sehat. disini saya akan sharing tentang materi keperawat...