Jumat, 23 Oktober 2020

KEPERAWATAN DASAR

KEPERAWATAN DASAR


1.  Bagaimana prosedur pengukuran Berat badan (BB), Tinggi Badan (TB), Lingkar Lengan Atas (LLA), Lingkar perut (LP) pada orang dewasa

A.  ALAT DAN BAHAN

  Adapun alat yang digunakan adalah timbangan digital, microtoice, pita LILA, alat ukur lutut, pita circumference, dan skinfold caliper

B. Prosedur Kerja

1. Pengukuran  Berat badan

a.Digunakan pakaian biasa (usahakan dengan pakaian minimal), subjek tidak menggunakan alas kaki.

b.Dikalibrasi alat yang akan digunakan sebelum pengukuran.

c.Dipastikan timbangan berada pada penunjukkan skala dengan angka 0,0.

d.Subjek berdiri di atas timbangan dengan berat yang tersebar merata pada kedua kaki dan posisi kepala dengan pandangan lurus ke depan diusahakan tetap tenang.

e.Dibaca berat badan dengan tampilan skala 0,1 kg terdekat.

2. Pengukuran Tinggi badan

a.Diposisikan subjek tetap di bawah mikcrotoice  denga tidak mengenakan alas kaki

b.Kaki rapat, lutut lurus, tumit, pantat, dan bahu menyentuh dinding vertikal.

c.Subjek dengan pandangan lurus ke depan, kepala tidak perlu menyentuh dinding vertikal. Tangan lepas ke samping badan dengan telapak tangan mengahadap paha.

d.Diminta subjek untuk menarik nafas panjang dan berdiri tegak tanpa mengangkat tumit untuk membantu menegakkan tulang belakang usahakan bahu tetap santai .

e.Ditarik mikcrotoice hingga menyentuh ujung kepala, dipegang secara horizontal. Pengukuran tinggi badan di ambil pada saat menarik nafas maksimum. Dengan mata pengukur sejajar dengan alat penunjuk angka untuk menghindari kesalahan penglihatan. catatan tinggi badan pada skala 0.1 cm terdekat.

3. Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA)

a.    Ditentukan titik mid point pada lengan

1)Subjek diminta untuk berdiri tegak

2)Diminta subjek untuk membuka lengan pakaian yang menutupi lengan kiri atas (bagi yang kidal gunakan lengan kanan).

3)Ditekukan subjek 90, dengan telapak tangan dihadap keatas. Pengukur berdiri di belakang subjek dan ditentukan titik tengah antara tulang atas pada bahu kiri dan siku .

4)Ditandai titik tengah tersebut dengan pena

b.    Mengukur Lingkar Lengan Atas

1)Dengan tangan digantung lepas dan siku lurus di samping badan, telapak tangan dihadapkan ke bawah

2)Diukur lingkar lengan atas pada posisi mid point dengan pita LILA ditempel pada kulit . Diperhatikan jangan sampai pita menekan kulit atau ada rongga antara kulit dan pita

3)Lingkar lengan atas di catat pada skala 0,1 cm terdekat.

 

2. Jelaskan rumus pengukuran Index Massa Tubuh (IMT), nilai normal dan interpretasinya!

·         Rumus menghitung IMT :

IMT = Berat badan (dalam kg) : Tinggi badan (dalam m)²

·         Berikut ini acuan IMT dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

1. Untuk perempuan

Rentang nilai indeks massa tubuh untuk perempuan dewasa adalah sebagai berikut:

Kurus: < 17 kg/m²

Normal: 17 – 23 kg/m²

Kegemukan: 23 – 27 kg/m²

Obesitas: > 27 kg/m²

2. Untuk laki-laki

Rentang nilai indeks massa tubuh untuk laki-laki dewasa adalah sebagai berikut:

Kurus: < 18 kg/m²

Normal: 18 – 25 kg/m²

Kegemukan: 25 – 27 kg/m²

Obesitas: > 27 kg/m²

·         Nilai indeks massat tubuh memang yang paling umum untuk digunakan sebagai indikator gemuk atau tidaknya seseorang. Tapi, banyak faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang dikatakan gemuk. Oleh karena itu, penghitungan IMT di atas hanya berlaku untuk orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun dan tidak berlaku untuk bayi, anak, remaja, ibu hami, maupun atlet. Jadi walaupun nilai IMT yang sama, seseorang bisa saja terlihat lebih gemuk atau lebih kurus.

 

3. Komponen penilaian ABCD dalam penilaian status gizi!

Untuk memudahkan mengingat jenis-jenis metode penilaian status gizi, biasanya beberapa ahli membuat akronim dengan nama “ABCD”. “A” diasosiasikan sebagai Anthropometry (Antropometri), “B” = Biochemical (Biokimia) , “C” = Clinical (Klinik) dan “D” = Dietary (Asupan makanan).

Anthropometry Assessment

Penilaian status gizi dengan menggunakan metode antropometri ialah pengukuran ukuran, berat dan proporsi tubuh, beberapa literatur menyatakan bahwa metode antropometri ialah proses pengukuran dimensi fisik dan komposisi tubuh. Hasil pengukuran antropometri sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain usia, fisiologis, pola makan, dll. Salah satu keunggulan dari metode antropometri ialah dapat memberikan informasi tentang riwayat status gizi masa lalu.

Biochemical Assessment

Beberapa tahapan masalah gizi dapat diketahui dengan metode laboratorium, penyimpanan zat gizi dalam jaringan tubuh mengalami perubahan secara perlahan sesuai dengan status gizi seseorang.

Clinical Assessment

Metode ini biasa digunakan untuk mendeteksi kumpulan gejala dan tanda-tanda klinis yang berhubungan dengan kekurangan atau kelebihan gizi. Metode ini biasa menggunakan pendekatan riwayat medis dan pemeriksaan fisik.

Dietary Assessment

Metode ini dapat digunakkann untuk mendeteksi tahap awal terjadinya masalah gizi. Jika seseorang memiliki asupan makanan atau zat gizi yang kurang, maka secara langsung akan berdampak negatif terhadap status gizinya, begitu pula sebaliknya.

4 Macam Pemberian Terapi Oksigenasi

 Jenis jenis pemberian terapi oksigenasi Hallo semuanya semoga selalu dalam keadaan sehat. disini saya akan sharing tentang materi keperawat...