Sabtu, 07 November 2020

4 Macam Pemberian Terapi Oksigenasi

 Jenis jenis pemberian terapi oksigenasi


Hallo semuanya semoga selalu dalam keadaan sehat. disini saya akan sharing tentang materi keperawatan yaitu pemberian oksigen. silahkan dibaca semoga bermanfaat.

Kateter Nasal

Metode Pemenuhan Kebutuhan Oksigen Pada Pasien – Gustinerz.com
Foto : Google 



Aliran oksigen yang bisa diberikan dengan alat ini adalah sekitar 1–6 liter/menit dengan konsentrasi  24% - 44%. Prosedur pemasangan kateter ini meliputi insersi kateter oksigen ke dalam hidung sampai naso faring. Persentase oksigen yang mencapai paru-paru beragam sesuai kedalaman dan frekuensi pernafasan, terutama jika mukosa nasal membengkak atau pada pasien yang bernafas melalui mulut

Keuntungan:

1)        Dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama

2)        Oksigen yang diberikan lebih stabil

3)        Klien mudah bergerak, makan dan minum, berbicara dan membersihkan mulut

4)        Teknik ini lebih murah dan nyaman serta dapat juga dipakai sebagai kateter penghisap

Kerugian:

1)        Teknik memasukan kateter nasal ini lebih sulit dari pada kanula nasal

2)        Pasien merasakan nyeri saat kateter melewati nasofaring dan mukosa nasal sehingga bisa mengalami trauma

3)        Tidak dapat memberikan konsentrasi oksigen yang lebih dari 44%

4)        Kateter harus diganti tiap 8 jam dan diinsersi kedalam nostril lain

5)        Dapat terjadi distensi lambung

6)        Dapat terjadi iritasi selaput lendir nasofaring

7)        Aliran > 6 liter/menit dapat menyebabkan nyeri sinus dan mengeringkan mukosa hidung

8)        Kateter mudah tersumbat dan tertekuk

 

 

Nasal Kanul/Kanul Binasal


Nasal Kanul - patofisiologi, diagnosis, penatalaksanaan - Alomedika
Foto : Google

Nasal kanul adalah alat sederhana yang murah dan sering digunakan untuk menghantarkan oksigen. Nasal kanul terdapat dua kanula yang panjangnya masing-masing 1,5 cm (1/2 inci) menonjol pada bagian tengah selang dan dapat dimasukkan ke dalam lubang hidung untuk memberikan oksigen dan yang memungkinkan klien bernapas melalui mulut dan hidungnya. Oksigen yang diberikan dapat secara kontinyu dengan aliran 1-6 liter/menit. Konsentrasi oksigen yang dihasilkan dengan nasal kanul sama dengan kateter nasal yaitu 24 % - 44 %. Berikut ini adalah aliran FiO2 yang dihasilkan nasal kanul:

            1 Liter /min : 24 %

            2 Liter /min : 28 %

            3 Liter /min : 32 %

            4 Liter /min : 36 %

            5 Liter /min : 40 %

            6 Liter /min : 44 %

Formula : ( Flows x 4 ) + 20 % / 21 %

Keuntungan:

1)        Pemasangannya lebih mudah dibandingkan dengan kateter nasal

2)        Lebih murah dan disposibel

3)        Pasien lebih mudah makan, minum dan berbicara

4)        Pasien lebih mudah mentolerir dan merasa nyaman

5)        Pemberian oksigen lebih stabil dengan volume tidal dan laju pernafasan yang teratur

Kerugian:

1)        Konsentrasi yang diberikan tidak bisa lebih dari 44%

2)        Mudah lepas karena kedalaman kanul hanya 1-1.5 cm

3)        Oksigen bisa berkurang jika pasien bernapas melalui mulut

4)        Aliran Oksigen > 4 liter/menit jarang digunakanàtidak akan menambah FiO2 dan bisa menyebabkan iritasi selaput lender serta mukosa kering

5)        Pemasangan selang nasal yang terlalu ketat dapat mengiritasi kulit di daerah telinga dan hidung

 

 

 

Sungkup Muka (Masker) Sederhana/Simple Face Mask

Kesehatan dan Keperawatan: Terapi Oksigen (Aliran Rendah)
Foto : Google


Alat ini memberikan oksigen jangka pendek, kontinyu atau selang seling serta konsentrasi oksigen yang diberikan dari tingkat rendah sampai sedang. Aliran oksigen yang diberikan sekitar

5-8 liter/menit dengan konsentrasi oksigen antara 40-60%. Berikut ini adalah aliran FiO2 yang dihasilkan masker sederhana:

            5-6 Liter/menit : 40 %

            6-7 Liter/ menit : 50 %

            7-8 Liter/ menit : 60 %

Keuntungan:

1)        Sistem humidifikasi dapat ditingkatkan melalui pemilihan sungkup yang berlubang besar

2)        Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih besar daripada kanul nasal ataupun kateter nasal

3)        Dapat diberikan juga pada pasien yang mendapatkan terapi aerosol

Kerugian :

1)        Konsentrasi oksigen yang diberikan tidak bisa kurang dari 40%

2)        Dapat menyebabkan penumpukan CO2 jika alirannya rendah

3)        Pemasangannya menyekap sehingga tidak memungkinkan untuk makan dan batuk

4)        Bisa terjadi aspirasi bila pasien muntah

5)        Umumnya menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien

6)        Menimbulkan rasa panas sehingga kemungkinan dapat mengiritasi mulut dan pipi

 

Sungkup Muka (Masker) dengan kantong rebreathing

Jual Non Rebreathing Mask Adult / Masker Oksigen Kantung Dewasa / Sungkup -  Kab. Subang - Mada Medika | Tokopedia
Foto : Google

 

Suatu teknik pemberian oksigen dengan konsentrasi tinggi yaitu 60-80% dengan aliran 8-12 liter/menit. Memiliki kantong yang terus mengembang, baik saat inspirasi maupun ekspirasi. Pada saat inspirasi, oksigen masuk dari sungkup melalui lubang antara sungkup dan kantung reservoir, ditambah oksigen dari kamar yang masuk dalam lubang ekspirasi pada kantong. Udara inspirasi sebagian tercampur dengan udara ekspirasi sehingga konsentrasi CO2 lebih tinggi daripada simple face mask

Keuntungan:

1)        Konsentrasi oksigen yang diberikan lebih tinggi daripada sungkup muka sederhana

2)        Tidak mengeringkan selaput lendir

Kerugian:

1)        Tidak dapat memberikan oksigen dengan konsentrasi yang rendah

2)        Kantong oksigen mudah terlipat, terputar atau mengempes

3)        Jika aliran lebih rendah dapat menyebabkan penumpukan CO2

4)        Pemasangannya menyekap sehingga tidak memungkinkan untuk makan dan batuk

5)        Bisa terjadi aspirasi bila pasien muntah


Terima kasih yang taelah membaca..


Sumber:

http://nersdody.blogspot.com/2014/09/terapi-oksigen-aliran-rendah.html

https://www.smarterhealth.id/tindakan/nasal-kanul/#:~:text=Penggunaan%20nasal%20kanul%20terbilang%20cukup,nyaman%20karena%20ukuran%20yang%20kecil.

https://www.slideshare.net/rosellaatsuki/oksigenasi-nebu-fisioterafi-dada#:~:text=Kateter%20Nasal%20%E2%80%A2%20Merupakan%20suatu,dengan%20konsentrasi%2024%25%2044%25.



Jumat, 06 November 2020

5 OLAHRAGA YANG COCOK UNTUK LANSIA

Menjaga kesehatan lansia

Tips Bersepeda untuk Lansia Agar Tetap Sehat
Foto : Google

 Kembali lagi diblog saya, semoga pembaca semua dalam keadan sehat selalu…

Disini saya akan membahas tentang olahraga yang baik untuk lansia

Apakah olahraga secara rutin juga dianjurkan untuk lansia? Terlebih bila mereka sedang mengidap suatu penyakit. Olahraga teratur memiliki manfaat positif untuk kesehatan tubuh terutama jantung. Seseorang disarankan untuk berolahraga minimal 150 menit per minggu. Atau, dibagi menjadi 30 menit per hari selama lima hari per minggu. Aktivitas fisik tersebut sebaiknya memang dibiasakan sejak dini.

Manfaat olahraga untuk lansia

·         Mengurangi risiko penyakit

Penelitian telah menunjukkan bahwa menjaga aktivitas fisik secara teratur dapat mencegah terjadinya sejumlah penyakit, seperti penyakit jantung dan diabetes. Latihan fisik ringan seperti berjalan kaki sangat baik untuk orang lansia.

·         Meningkatkan kesehatan mental

Tak hanya baik bagi kesehatan fisik, olahraga juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental mereka. Saat berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin, yang juga dikenal sebagai hormon bahagia. Hormon endorfin ini sangat baik untuk menghilangkan stres dan membuat seseorang merasa lebih bahagia. Selain itu, olahraga dapat meningkatkan kualitas tidur, yang tentunya sangat dibutuhkan oleh orang lansia.

Jadi, untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, para orang tua dianjurkan untuk berolahraga secara rutin. Namun, karena stamina yang sudah tidak lagi tinggi, orang tua disarankan untuk melakukan olahraga ringan yang tidak terlalu menguras tenaga. Berikut olahraga yang cocok untuk orang tua:

1. Berjalan Kaki

Inilah Pentingnya Olahraga untuk Lansia • ProSehat
Foto : Google

Berjalan kaki adalah olahraga yang mudah dan bisa dilakukan di mana saja, sehingga sesuai untuk orang tua. Bagi anak muda, berjalan kaki mungkin adalah kegiatan yang sederhana, namun bagi orang tua, berjalan kaki tetap menguras tenaga dan cukup membakar kalori. Biasakan berjalan kaki secara rutin dan jika mampu, tingkatkan intensitas dengan cara memilih jalur yang menanjak dan menurun, agar kesehatan jantung terjaga dan system pembuluh darah dapat mengalir lancar.

2. Berenang

Berenang dikenal sebagai olahraga yang melibatkan seluruh bagian tubuh, sehingga dapat memberi pengaruh baik terhadap kesehatan orang tua, seperti mengatasi radang sendi. Latihan pernapasan yang dilakukan melalui berenang juga bermanfaat memperkuat jantung.

3. Tai Chi

Senam kesehatan yang berasal dari Tiongkok ini memiliki gerakan yang lambat dan terkontrol, sehingga dapat melatih keseimbangan, meningkatkan kekuatan tubuh dan fleksibilitas orang tua.

4. Yoga

Olah Tubuh bagi Lansia - Alodokter
Foto : Google

Selain tai chi, yoga juga merupakan olahraga yang lembut yang dapat meningkatkan fleksibilitas orang tua, sehingga mereka tidak mudah mengalami cedera. Melakukan yoga secara teratur juga dapat membantu orang tua mengontrol emosi mereka, sehingga kesehatan mental tetap terjaga.

5. Bersepeda

Mengayuh pedal sepeda dapat memperkuat tubuh bagian bawah orang tua serta meningkatkan kinerja jantung. Tapi perhatikan kemantapan setelan sadel dan pegangan sepeda agar terhindar dari cedera panggul.

 

Terima ksaih yang telah membaca semoga bermanfaat

 

 

Hallodoc. (2018, Januari 24). 5 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Orang Tua. Retrieved from https://www.halodoc.com: https://www.halodoc.com/artikel/5-jenis-olahraga-yang-cocok-untuk-orang-tua

Liputan 6. (2015, Oktober 19). 5 Olahraga yang cocok bagi orang tua. Retrieved from https://www.liputan6.com: https://www.liputan6.com/health/read/2342987/5-olahraga-yang-cocok-bagi-orang-tua

 

Tips Menyajikan Makanan Bernutrisi Untuk Lanjut Usia

 

Tips Menyajikan Makanan Bernutrisi Untuk Lanjut Usia

Pilihan Buah Untuk Lansia - Blog
Foto : Google

Hallo semuanya semoga kalian dalam keadaan sehat selalu. disini saya akan berbagi tentang kesehatan lansia. Yaitu tips menyajikan makanan bernutrisi  untuk lansia

Beragam kondisi penurunan selera makan pada lansia memang sulit dihindari. Namun, ada beberapa cara yang dapat diterapkan agar tubuh tetap ternutrisi secara optimal. Pemenuhan nutrisi penting bagi tubuh dalam meningkatkan energi agar lansia tetap bisa beraktivitas fisik secara mandiri.

Tak hanya itu, nutrisi menjaga kerja sistem imun dalam mencegah infeksi penyakit, termasuk menekan risiko terjadinya osteoporosis, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, diabetes tipe 2, serta penyakit kanker.

1. Berikan makanan bernutrisi dan mudah dicerna

Resep Bubur Ayam Untuk Sarapan - Jurnal Palopo
Foto : Google

Agar mereka mendapatkan kualitas hidup yang sehat dan tubuhnya bertenaga, pastikan Anda menyajikan makanan sehat yang bernutrisi untuk orang tua lanjut usia (lansia). Dalam pemilihan menu makanan, baiknya fokus pada asupan yang mendorong energi. Pemilihan nutrisi penting berguna untuk menjaga berat badan yang normal, menguatkan otot, serta mendukung metabolisme tubuhnya.

Berikut pemilihan nutrisi yang mudah di cerna tubuh dan mendukung kesehatan lansia.

Protein

Makanan berprotein dalam tiap menu harian lansia memberikan kekuatan otot dan meningkatkan energi, terutama untuk orang tua yang sakit. The Population Reference Intake set by the European Food Safety Authority merekomendasikan asupan protein dewasa (muda dan tua) mencapai 0,83 protein/kg. Asupan protein sehat dapat diperoleh dari telur, daging unggas atau sapi yang telah dimasak lunak, ikan tanpa tulang, dan susu.

Karbohidrat

Karbohidrat juga punya peran dalam mendorong energi lansia di dalam tubuhnya. Pilih makanan berbasis karbohidrat, seperti kentang kukus yang lembut, oats, nasi, maupun roti. Dalam pengolahannya, Anda perlu memastikan makanan berkarbohidrat bertekstur lembut supaya lansia mudah mengunyah dan menelan makanan.

Lemak nabati

Lemak menjadi nutrisi penting dalam menyokong tenaga lansia. Pilihlah asupan lemak sehat dari tumbuh-tumbuhan (nabati), seperti alpukat, produk kedelai (tahu dan tempe), dan kacang-kacangan (almond, kedelai, macadamia). Selain menyertakan pada menu harian, lemak nabati bisa menjadi makanan camilan untuk lansia. 

Serat

Serat menjaga sistem pencernaan lansia berjalan lancar, serta menurunkan risiko konstipasi. Berikan beragam sayuran dan buah-buahan, seperti tomat, melon, semangka, stroberi, wortel, dan lainnya. Vitamin dan mineral dalam serat juga mendukung sistem imun dalam melindungi tubuh dari peradangan. Perlu diingat, karena buah-buahan cenderung mengandung tinggi gula, cobalah sajikan dengan rasio 2/3 sayuran dan 1/3 buah-buahan setiap harinya agar kalori lansia tetap terjaga dengan baik.

2. Olahan makanan yang mudah ditelan 

Nutrisi bagi otot untuk kehidupan yang aktif ' - FrieslandCampina  InstituteFrieslandCampina Institute
Foto : Google
Bagi lansia yang kesulitan mengunyah dan menelan makanan, berikan olahan makanan yang betul-betul lembut. Anda bisa menyiapkan makanan bertekstur lembut dan dicincang, agar lansia mudah mengonsumsinya. Sajian makanan yang tepat kurang lebih bertekstur seperti makanan bayi. Dalam memproses makanan, sebisa mungkin hindari pemakaian minyak. Makanan sehat lebih baik diproses dengan cara direbus dan dikukus, sehingga makanan lembut dan sehat. Sementara itu, bila ingin menyajikan snack berupa biskuit, sediakan juga susu untuk melembutkan biskuit. Makanan yang lembut membantu lansia untuk mengunyah dan menelannya.

Untuk melembutkan, Anda bisa menggunakan blender atau food processor untuk menghasilkan tekstur halus seperti bubur. Makanan yang bisa dihaluskan, antara lain daging, ikan, sayuran, kentang, tomat, maupun buah-buahan.

3. Pola makan yang teratur

Pastikan lansia memiliki jadwal makan yang tetap dan teratur agar nutrisi di dalam tubuhnya tetap terjaga. Tetapkan tiga kali jadwal makan besar setiap hari, mulai pagi, siang, dan malam. Pastikan lansia tidak melewatkan jam makan untuk menurunkan risiko malnutrisi. Terutama sarapan, untuk menghimpun tenaga, karena semalaman perut tidak diisi makanan.

Bagi lansia yang cenderung cepat kenyang dan tidak bisa mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, Anda bisa membagi makanan dalam porsi yang kecil dengan frekuensi sering. Misalnya, membagi jadwal makan enam sampai 10 kali dalam satu hari dengan jadwal yang tetap. Selingi juga makanan utama dengan snack sehat, seperti buah yang dipotong kecil-kecil agar ia mendapatkan vitamin dan mineral, serta serat yang sehat.

4. Hindari makanan pemicu masalah pencernaan

5 Makanan Pedas yang Bikin Nagih di Jakarta - Traveloka Eats
Foto : Google

Sebelumnya disebutkan, pertambahan usia di masa lansia berkaitan erat dengan kondisi pencernaannya. Maka itu, rawat lansia dengan tidak memberikan makanan pemicu gangguan pencernaan, seperti maag. Hal ini juga perlu diperhatikan saat memilihkan makanan untuk orang tua yang sakit.

Berikut makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari untuk orang tua lanjut usia.

·         Minuman bersoda

·         Makanan pedas

·         Makanan tinggi lemak, seperti keju, kek, pie, pastri

·         Kafein, seperti teh dan kopi

·         Makanan atau minuman yang asam dan pedas

 Terima kasih telah membaca semoga bermanfaat


Referensi:

Amanda, M. (2020, November 4). Penting Diketahui Saat Menyiapkan Makanan bagi Lansia. Retrieved from https://hellosehat.com/: https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/makanan-sehat-untuk-lansia/

 

 

4 Macam Pemberian Terapi Oksigenasi

 Jenis jenis pemberian terapi oksigenasi Hallo semuanya semoga selalu dalam keadaan sehat. disini saya akan sharing tentang materi keperawat...