MENJAGA KESEHATAN ANAK USIA DINI
| Foto : Google |
Anak mulai aktif bund? bagaimana kondisi kesehatannya? apakah bunda khawatir dengan kesehatan sikecil?
Menurut National Association for The Education of Young
Children (NAEYC), mengatakan bahwa anak
usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-8 tahun, yang tercakup
dalam program pendidikan di taman penitipan anak. Usia ini merupakan pondasi
untuk usia-usia selanjutnya. Selain itu pada usia ini dikenal dengan golden age
yaitu sebuah kondisi pada saat anak mengalami perkembangan fisik dan psikis
yang sangat pesat. Adapun dalam hal ini perkembangan yang sangat pesat
tersebut, sangat dipengaruhi oleh kesehatan dari fisik dan psikis anak.
Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang anak tidak merasa
sakit dan memang secara klinis tidak merasa sakit, semua organ tubuh dalam
keadaan normal dan berfungsi dengan normal. Begitupun dengan kesehatan psikis
terwujud apabila seseorang anak merasa mentalnya dalam keadaan stabil sehingga
mampu berfikir sehat dan mampu mengekspresikan emosi secara baik. Ketika
kesehatan fisik anak terganggu, maka dalam melakukan tindakan-tindakan lainnya
pun akan terganggu bahkan dalam ksehatan psikisnya pun akan mengalami gangguan,
begitupun sebaliknya. Jelas ini akan mempengaruhi pada proses pertumbuhan serta
perkembangannya.
Pada kenyataannya, dalam kehidupan tidak sedikit anak usia dini yang mengalami masalah dalam kesehatannya, artinya suatu keadaan terganggunya fisik dan psikis anak. Gangguan fisik yang biasa muncul pada anak usia dini contohnya diare, demam, malnutrisi, kejang, cacingan, flu, dan lain sebagainya. Sedangkan gangguan psikis yang biasanya muncul pada anak usia dini adalah stress, tantrum, depresi. Berikut tips menjaga kesehatan si kecil
12 Cara menjaga kesehatan anak usia dini
1.
Biasakan agar anak rajin cuci tangan
Membiasakan Si Kecil untuk rajin cuci tangan dengan cara yang benar adalah
salah satu langkah menjaga kesehatan anak yang paling sederhana. Ajarkan anak
untuk mencuci tangan setelah membuang ingus, menggunakan toilet, serta sebelum
dan sesudah makan.
Dengan begitu, Anda sudah membantu mengurangi risiko anak terkena penyakit dan
mencegahnya menyebarkan penyakit ke orang lain, termasuk teman-temannya di
sekolah.
| Foto : Google |
2.
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak
Penyakit bisa dihindari, selama anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.
Untuk meningkatkan kekebalan tubuh Si Kecil, pastikan agar ia mendapatkan tidur
yang cukup, mengonsumsi makanan yang sehat, dan berolahraga secara teratur.
Memastikan kesehatan mentalnya juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan
tubuh anak. Sehingga, lakukanlah langkah-langkah di bawah ini agar anak tidak
terlalu stres dalam menjalani kehidupannya baik di sekolah maupun di rumah.
Pastikan ia punya cukup waktu untuk bermain dan bercanda bersama orang-orang
terdekatnya.
3.
Ajarkan kebiasaan yang sehat
Ajari anak untuk tidak menggosok matanya terus-menerus dengan tangan, karena
kuman dari tangan bisa masuk ke mata. Jangan pula berbagi gelas atau sikat gigi
dengan orang lain karena bisa mentransfer kuman.
Selain itu, ajari anak untuk menutup mulut dan hidungnya ketika bersin atau
batuk, dan jangan terlalu dekat pada orang yang sedang batuk atau bersin.
Sebab, kuman bisa berpindah sehingga menyebabkan anak sakit.
4.
Berikan imunisasi dan pemeriksaan rutin untuk
anak
Membiasakan anak untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin seperti
pemeriksaan gigi dan mata, akan membantu deteksi dini apabila anak terkena
penyakit tertentu. Langkah ini juga merupakan langkah pencegahan penyakit yang
efektif.
Selain itu, pemberian vaksin juga sangat penting, agar anak terlindungi dari
berbagai virus maupun bakteri berbahaya. Pastikan anak telah mendapatkan
imunisasi dasar yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
5.
Menyajikan makanan sehat untuk anak
Memberikan makanan sehat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan
anak. Sehingga, dibanding memberikan anak makanan yang penuh lemak, gula, dan
tinggi kalori, seperti makanan cepat saji, hidangkanlah makanan yang sehat di
rumah.
Dengan begitu anak akan terbiasa mengonsumsi olahan makanan yang segar dan
bergizi. Pastikan dalam satu piringnya ada berbagai makanan sehat seperti
sayur, daging tanpa lemak, ikan, maupun kacang-kacangan.
6.
Atur
porsi makan anak
Anda harus memastikan bahwa anak makan dengan cukup, tidak terlalu sedikit, tapi
tidak juga berlebihan.
Jika makan terlalu sedikit, maka anak bisa menjadi kurang gizi dan nutrisi,
sehingga mudah terserang sakit. Sementara itu, jika makan berlebihan, maka anak
dikhawatirkan akan mengalami diabetes, yang tentu saja tidak baik untuk kesehatannya.
7.
Ajak anak untuk aktif bergerak
Bermain game atau menonton kartun di televisi, tentu disukai banyak anak.
Bahkan anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Kebiasaan tersebut dapat
membuat anak malas bergerak, sehingga berisiko terkena berbagai penyakit.
Melakukan aktivitas fisik sangatlah penting untuk anak.
Bantu anak agar ia dapat bergerak aktif, setidaknya selama satu jam setiap
harinya, secara total. Ajak anak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan
detak jantung dan pernapasannya, serta melatih kekuatan otot dan tulangnya.
Tentunya, selalu pastikan keamanan kegiatan tersebut dan buat aktivitas ini
tetap menyenangkan.
| Foto : Google |
8.
Mengajari anak menjaga kesehatan gigi
Kerusakan gigi merupakan masalah paling umum yang terjadi pada anak-anak. Jika
dibiarkan, gigi yang rusak bisa memengaruhi pertumbuhan gigi tetap, serta
menimbulkan masalah bicara. Oleh sebab itu, ajarkan anak untuk menjaga
kesehatan gigi dengan rutin menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu setelah
sarapan dan sebelum tidur. Selain itu, bawa anak setiap 6 bulan sekali untuk
menjalani pemeriksaan ke dokter gigi.
9.
Hindari penggunaan sabun maupun produk
antibakteri secara berlebihan
Cuci tangan dengan sabun antibakteri memang baik untuk menjaga kesehatan anak.
Namun, segala sesuatu yang berlebihan tetaplah tidak baik. Jika digunakan
secara berlebihan, sabun tersebut tidak hanya akan menghancurkan bakteri
penyebab penyakit, tapi juga bakteri baik yang dibutuhkan oleh tubuh.
10. Ciptakan
lingkungan yang aman untuk anak
Menjaga kesehatan anak, tidak hanya sebatas menyehatkan tubuhnya, tapi juga
menjadikan lingkungan sekitarnya menjadi tempat yang aman untuknya bertumbuh.
Sebagai contoh, gunakan kursi mobil (car seat) khusus anak saat membawa anak
berkendara. Selain itu, Anda juga perlu menjauhkan benda-benda berbahaya
seperit pisau, gunting, hingga obat-obatan dari jangkauan anak. Sadari
tanda-tanda kekerasan fisik, mental, maupun seksual, yang mungkin dialami anak
di sekolah maupun tempat lain, yang disambanginya.
11. Biasakan
anak tidur cukup dan teratur
Anak-anak yang kurang tidur lebih rentan terhadap kuman dan virus, sehingga
penting untuk Anda memperhatikan jadwal tidur sang anak. Anda dapat memberikan
contoh waktu tidur yang cukup dan teratur agar anak Anda dapat mengikuti
kebiasaan Anda. Beri tahu anak Anda bahwa tidur yang cukup tidak hanya penting
bagi mereka, melainkan juga sesuatu yang dilakukan oleh orang dewasa.
12. Jangan
biarkan anak stress
Kesehatan emosional yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan
meningkatkan kerentanan terhadap flu dan penyakit lainnya. Berupayalah untuk selalu
meningkatkan kesehatan anak Anda dengan mengenali perasaannya. Beri anak Anda
ruang untuk merasakan emosi mereka, dan ajaklah anak Anda untuk bertukar
pikiran mengenai apa yang sedang mereka rasakan untuk membantunya merasakan
keberadaan Anda.
| Foto : Google |
Referensi :
Asik belajar. (2019, Oktober 7). Pengertian anak
usia dini. Retrieved from https://www.asikbelajar.com/:
https://www.asikbelajar.com/pengertian-anak-usia-dini/
Utari, R. (2019, Oktober 14). Cara Menjaga
Kesehatan Anak yang Perlu Diketahui Orangtua. Retrieved from
https://www.sehatq.com/:
https://www.sehatq.com/artikel/tips-untuk-menjaga-kesehatan-anak-ini-patut-dicoba
Bermanfaat sekalii
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusTerimakasihh infonya sangat membantuuu saya mengurus anak
BalasHapusbermanfaat sekali kak
BalasHapusmantap kak fotonya
BalasHapusMakasi ya kak infonya
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat. Terimakasih
BalasHapusMantap kak
BalasHapusMantap kak
BalasHapusMantap kak
BalasHapusBermanfaat sekali untuk si kecil.
BalasHapusAlhamdulillah bermanfaat kak
BalasHapus