Rabu, 04 November 2020

MENJAGA KESEHATAN ANAK USIA DINI

 MENJAGA KESEHATAN ANAK USIA DINI

Langkah kecil: Belajar dengan Visual, Bimbel Online Ruangguru Bantu Belajar  lebih Efektif
Foto : Google

 

Anak mulai aktif bund? bagaimana kondisi kesehatannya? apakah bunda khawatir dengan kesehatan sikecil?

Menurut National Association for The Education of Young Children (NAEYC),  mengatakan bahwa anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-8 tahun, yang tercakup dalam program pendidikan di taman penitipan anak. Usia ini merupakan pondasi untuk usia-usia selanjutnya. Selain itu pada usia ini dikenal dengan golden age yaitu sebuah kondisi pada saat anak mengalami perkembangan fisik dan psikis yang sangat pesat. Adapun dalam hal ini perkembangan yang sangat pesat tersebut, sangat dipengaruhi oleh kesehatan dari fisik dan psikis anak.

Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang anak tidak merasa sakit dan memang secara klinis tidak merasa sakit, semua organ tubuh dalam keadaan normal dan berfungsi dengan normal. Begitupun dengan kesehatan psikis terwujud apabila seseorang anak merasa mentalnya dalam keadaan stabil sehingga mampu berfikir sehat dan mampu mengekspresikan emosi secara baik. Ketika kesehatan fisik anak terganggu, maka dalam melakukan tindakan-tindakan lainnya pun akan terganggu bahkan dalam ksehatan psikisnya pun akan mengalami gangguan, begitupun sebaliknya. Jelas ini akan mempengaruhi pada proses pertumbuhan serta perkembangannya.

Pada kenyataannya, dalam kehidupan tidak sedikit anak usia dini yang mengalami masalah dalam kesehatannya, artinya suatu keadaan terganggunya fisik dan psikis anak. Gangguan fisik yang biasa muncul pada anak usia dini contohnya diare, demam, malnutrisi, kejang, cacingan, flu, dan lain sebagainya. Sedangkan gangguan psikis yang biasanya muncul pada anak usia dini adalah stress, tantrum, depresi. Berikut tips menjaga kesehatan si kecil

12 Cara menjaga kesehatan anak usia dini

1.      Biasakan agar anak rajin cuci tangan
Membiasakan Si Kecil untuk rajin cuci tangan dengan cara yang benar adalah salah satu langkah menjaga kesehatan anak yang paling sederhana. Ajarkan anak untuk mencuci tangan setelah membuang ingus, menggunakan toilet, serta sebelum dan sesudah makan.
Dengan begitu, Anda sudah membantu mengurangi risiko anak terkena penyakit dan mencegahnya menyebarkan penyakit ke orang lain, termasuk teman-temannya di sekolah.

5 Video Musik untuk Ajarkan Anak Rajin Cuci Tangan | Popmama.com
Foto : Google

2.      Meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak
Penyakit bisa dihindari, selama anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh Si Kecil, pastikan agar ia mendapatkan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan yang sehat, dan berolahraga secara teratur.
Memastikan kesehatan mentalnya juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Sehingga, lakukanlah langkah-langkah di bawah ini agar anak tidak terlalu stres dalam menjalani kehidupannya baik di sekolah maupun di rumah. Pastikan ia punya cukup waktu untuk bermain dan bercanda bersama orang-orang terdekatnya.

3.      Ajarkan kebiasaan yang sehat
Ajari anak untuk tidak menggosok matanya terus-menerus dengan tangan, karena kuman dari tangan bisa masuk ke mata. Jangan pula berbagi gelas atau sikat gigi dengan orang lain karena bisa mentransfer kuman.
Selain itu, ajari anak untuk menutup mulut dan hidungnya ketika bersin atau batuk, dan jangan terlalu dekat pada orang yang sedang batuk atau bersin. Sebab, kuman bisa berpindah sehingga menyebabkan anak sakit.

4.      Berikan imunisasi dan pemeriksaan rutin untuk anak
Membiasakan anak untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin seperti pemeriksaan gigi dan mata, akan membantu deteksi dini apabila anak terkena penyakit tertentu. Langkah ini juga merupakan langkah pencegahan penyakit yang efektif.
Selain itu, pemberian vaksin juga sangat penting, agar anak terlindungi dari berbagai virus maupun bakteri berbahaya. Pastikan anak telah mendapatkan imunisasi dasar yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

5.      Menyajikan makanan sehat untuk anak
Memberikan makanan sehat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan anak. Sehingga, dibanding memberikan anak makanan yang penuh lemak, gula, dan tinggi kalori, seperti makanan cepat saji, hidangkanlah makanan yang sehat di rumah.
Dengan begitu anak akan terbiasa mengonsumsi olahan makanan yang segar dan bergizi. Pastikan dalam satu piringnya ada berbagai makanan sehat seperti sayur, daging tanpa lemak, ikan, maupun kacang-kacangan.

6.       Atur porsi makan anak
Anda harus memastikan bahwa anak makan dengan cukup, tidak terlalu sedikit, tapi tidak juga berlebihan.
Jika makan terlalu sedikit, maka anak bisa menjadi kurang gizi dan nutrisi, sehingga mudah terserang sakit. Sementara itu, jika makan berlebihan, maka anak dikhawatirkan akan mengalami diabetes, yang tentu saja tidak baik untuk kesehatannya.

7.      Ajak anak untuk aktif bergerak
Bermain game atau menonton kartun di televisi, tentu disukai banyak anak. Bahkan anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Kebiasaan tersebut dapat membuat anak malas bergerak, sehingga berisiko terkena berbagai penyakit. Melakukan aktivitas fisik sangatlah penting untuk anak.
Bantu anak agar ia dapat bergerak aktif, setidaknya selama satu jam setiap harinya, secara total. Ajak anak melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan detak jantung dan pernapasannya, serta melatih kekuatan otot dan tulangnya. Tentunya, selalu pastikan keamanan kegiatan tersebut dan buat aktivitas ini tetap menyenangkan.

25 Gambar Anak Kecil Lucu Imut Gemesin - This video is unavailable. Tulisan  lucu adalah situs yang menyediakan konten luc… di 2020 | Gambar bayi lucu,  Bayi lucu, Anak lucu
Foto : Google

8.      Mengajari anak menjaga kesehatan gigi
Kerusakan gigi merupakan masalah paling umum yang terjadi pada anak-anak. Jika dibiarkan, gigi yang rusak bisa memengaruhi pertumbuhan gigi tetap, serta menimbulkan masalah bicara. Oleh sebab itu, ajarkan anak untuk menjaga kesehatan gigi dengan rutin menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Selain itu, bawa anak setiap 6 bulan sekali untuk menjalani pemeriksaan ke dokter gigi.

9.      Hindari penggunaan sabun maupun produk antibakteri secara berlebihan
Cuci tangan dengan sabun antibakteri memang baik untuk menjaga kesehatan anak. Namun, segala sesuatu yang berlebihan tetaplah tidak baik. Jika digunakan secara berlebihan, sabun tersebut tidak hanya akan menghancurkan bakteri penyebab penyakit, tapi juga bakteri baik yang dibutuhkan oleh tubuh.

10.  Ciptakan lingkungan yang aman untuk anak
Menjaga kesehatan anak, tidak hanya sebatas menyehatkan tubuhnya, tapi juga menjadikan lingkungan sekitarnya menjadi tempat yang aman untuknya bertumbuh. Sebagai contoh, gunakan kursi mobil (car seat) khusus anak saat membawa anak berkendara. Selain itu, Anda juga perlu menjauhkan benda-benda berbahaya seperit pisau, gunting, hingga obat-obatan dari jangkauan anak. Sadari tanda-tanda kekerasan fisik, mental, maupun seksual, yang mungkin dialami anak di sekolah maupun tempat lain, yang disambanginya.

11.  Biasakan anak tidur cukup dan teratur
Anak-anak yang kurang tidur lebih rentan terhadap kuman dan virus, sehingga penting untuk Anda memperhatikan jadwal tidur sang anak. Anda dapat memberikan contoh waktu tidur yang cukup dan teratur agar anak Anda dapat mengikuti kebiasaan Anda. Beri tahu anak Anda bahwa tidur yang cukup tidak hanya penting bagi mereka, melainkan juga sesuatu yang dilakukan oleh orang dewasa.

12.  Jangan biarkan anak stress
Kesehatan emosional yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap flu dan penyakit lainnya. Berupayalah untuk selalu meningkatkan kesehatan anak Anda dengan mengenali perasaannya. Beri anak Anda ruang untuk merasakan emosi mereka, dan ajaklah anak Anda untuk bertukar pikiran mengenai apa yang sedang mereka rasakan untuk membantunya merasakan keberadaan Anda.

Gemas! 12 Potret Kwon Yuli Selebgram Cilik Korea Selatan | Popmama.com
Foto : Google



Referensi :

Asik belajar. (2019, Oktober 7). Pengertian anak usia dini. Retrieved from https://www.asikbelajar.com/: https://www.asikbelajar.com/pengertian-anak-usia-dini/

Utari, R. (2019, Oktober 14). Cara Menjaga Kesehatan Anak yang Perlu Diketahui Orangtua. Retrieved from https://www.sehatq.com/: https://www.sehatq.com/artikel/tips-untuk-menjaga-kesehatan-anak-ini-patut-dicoba

 

13 komentar:

4 Macam Pemberian Terapi Oksigenasi

 Jenis jenis pemberian terapi oksigenasi Hallo semuanya semoga selalu dalam keadaan sehat. disini saya akan sharing tentang materi keperawat...